Perkuliahan Online Memperlambat Ruang Belajar

Oleh : Susi Paula Eka Antoh

Bagaimana mahasiswa kedokteran belajar tanpa praktikum selama masa pandemi ini ?

   Sebagai seorang mahasiswa kedokteran tidaklah mudah untuk belajar secara online di masa pandemi ini, karena  teori dan praktik harus bisa seimbang, bagi mahasiswa kedokteran untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan keahlikan skill dalam bidang kedokteran. Dimana kita membutuhkan tempat seperti lab dan peralatan medis untuk belajar namun harus di tunda karena pandemi ini. Belajar tanpa praktik bukan hal yang mudah bagi mahasiswa kedokteran banyak terjadi kecendurungan, kadang merasa khawatir akan masa depan..

   Mungkin beberapa dari mahasiswa kedokteran yang saat ini berada di rumah, dari latarbelakang orang tua yang bekerja di bidang kesehatan bisa mendorong dan membantu untuk praktik di klink atau rumah sakit, bagaiman sebaliknya dengan beberapa orang yang cuma bisa mengandalkan praktik dari kampus karena faktor ekonomi yang tidak seimbang ataupun bukan dari latarbelakang orang tua yang bekerja di bidang kesehatan, itu akan sangat sulit untuk melakukan praktik di masa pandemi.

   Ada banyak yang harus dilakukan sebagai mahasiswa kedokteran, di masa pandemi ini berusaha belajar sendiri, membuat kelompok belajar walaupun saat ini tanpa adanya experiment ‘ibarat kata kita makan tanpa minum’ , mengikut webinar tentang kesehatan dan mencari tahu informasih tentang bagimana penyetaraan , koas , ujian  ukmppd, persiapan intership dan juga sebagian mahasiswa kedokteran yang menjadi volunteer atau relawan dalam masa pandemi ini. Dengan adanya volunteer bisa menambah wawasan dan pengetahuan serta skill dalam ilmu kesehatan.

Apa yang di rasakan pada saat pembelajaran online di masa pandemi ?

   Saat ini banyak dari kita yang melakukan Pembelajaran secara online di rumah saja. Sebuah trend baru yang muncul sebagai konsekuensi dari aturan “jaga jarak dan memakai masker” sesuai dengan protokol yang di terapkan oleh pemerintah. Tidak terasa kita telah menjalani masa indah bersama korona hampir satu tahun. Ada yang bilang indah dan ada yang bilang musibah. Dibilang indah karena kita bisa bekerja dan belajar dari rumah sambil bersantai, dibilang musibah karena korona telah meluluh lantakkan segala aspek dalam hidup kita. Mulai dari perubahan gaya hidup hingga perubahan ekonomi di masyarakat. Semuanya hampir merata dirasakan oleh masyarakat. Perubahan ini juga terasa dalam dunia pendidikan yakni berubahnya gaya belajar siswa. Dari kebiasaan belajar di dalam kelas, menjadi belajar di rumah. Istilahnya Learning from Home.

   Ada beberapa dampak positif dan negatif yang dialami oleh mahasiswa yang melakukan kuliah daring atau online ini. Untuk dampak positif dari kuliah online ini, yaitu: Kita bisa lebih bertanggung jawab waktu karena kita harus mengatur jadwal dengan mandiri dan apabila kita tidak disiplin dengan jadwal yang sudah ditentukan maka konsekuensinya kita akan tertinggal pembelajara online tersebut. Dan Mahasiswa bisa melihat kembali materi-materi perkuliahan yang diajarkan karena dosen biasanya berupa modul atau power point yang dapat didownload.

   Untuk dampak negatif dari kuliah online ini, yaitu: Mahasiswa dalam kuliah daring ini banyak yang mengalami kurangnya kosentrasi belajar karena faktor dari lingkungan belajarnya yang berzona nyaman seperti di kamar kos atau rumah yang mencipyakan atmosfer kenyamanan yang bercenderung membuat kita lebih memilih untuk bersantai atau tidur, dan kurangnya kondusif keadaan rumah yang membuat kita tidak fokus belajar. Tugas kuliah daring atau online ini melebihi tugas kuliah offline, dari sistem perkuliahan online ini mengacaukan distribusi nilai yang telah ditetapkan sejak awal pertemuan sehingga bebrapa dosen harus merombak distribusi nilai untuk menyesuaikan keadaan saat ini.  Dan kuliah online ini sangat tergantung pada internet dan kuota, bila jaringan lambat dan susah sinyal maka proses perkuliahan akan tertinggal dan terganggu saat melakukan pembelajaran atau perkuliahan online.

 

“Janganlah Pernah menyerah ketika anda masih mampu berusaha lagi.

Tidak ada kata berakhir sampai anda berhenti mencoba.”

Leave a Reply